Sabtu, 21 November 2015

Menjadi manajer sholeh

Lulus dari bangku perkuliahan adalah awal dari sebuah perjuangan dalam memulai kehidupan bekerja, berkarya, dan berkarir. Dalam tahap kehidupan ini, kita akan mengalami rasanya menjadi pegawai terkecuali kalian yang sudah memiliki darah bisnis usaha keluarga yang diwariskan secara turun temurun. Semua orang yang saat ini sedang menjadi pegawai pasti memiliki mimpi dan asa untuk menjadi Bos/Manajer suatu perusahaan.
Tulisan pertama ini akan memuat tentang kiat-kiat sukses seorang pimpinan usaha dan mengutip dari salah satu account twitter.

Pilihan pekerjaan yang cocok untuk anda memang hanya anda sendiri yang bisa menentukannya. Apakah anda ingin bekerja di perkantoran, buruh pabrik, perusahaan besar, guru, seniman atau menjadi bos dengan membuka usaha sendiri itu semua tergantung dari anda. Mungkin menjadi bos adalah hal yang diinginkan banyak orang dalam hal pekerjaan.

Apabila anda bekerja di sebuah perusahaan jelas membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi bos. Berbeda jika anda memiliki usaha sendiri, sejak awal anda sudah bisa dibilang sebagai bos dari usaha anda tersebut. Akan tetapi tidak semua orang berani dan suka membuka usaha sendiri. Jika anda memiliki keinginan yang cukup kuat untuk membuka usaha sendiri dan ingin menjadi bos untuk diri sendiri, maka ada baiknya anda menyimak kiat sukses membuka usaha sendiri berikut ini.

1. Lakukan analisis jenis usaha

Disini anda harus bisa memastikan bahwa usaha yang akan anda dirikan tersebut merupakan jenis usaha yang anda minati. Pastikan pula jenis usaha tersebut bisa didukung dengan keahlian dan pengalaman anda. Tujuannya agar usaha tersebut bisa berjalan sesuai dengan yang anda harapkan pastinya.

Selain itu lakukan pula analisis Break Event Point (BEP) untuk menentukan potensi yang ada pada jenis usaha anda tersebut. Kemudian anda bisa menjabarkan secara jelas dan rinci rencana usaha anda sepert sales forecast, anlisa arus kas dan lain sebagainya. Susun juga rencana pemasaran yang akan anda lakukan untuk memasarkan usaha anda kedepannya.

2. Susun rencana bisnis yang sesuai

Apabila anda mendirikan usaha tersebut dengan mendapatkan pendanaan dari luar maka rencana usaha/business plan proposal merupakan hal yang sangat penting sekali. Sementara jika anda akan membiayai usaha anda itu secara mandiri, proposal bisnis juga cukup penting. Karena dengan adanya rencana usaha yang detail anda bisa dengan mudah mengetahui berapa banyak dana yang anda butuhkan untuk memulai, apa yang perlu anda lakukan,  kapan memulainya, dan dimana tujuan anda.

3. Persiapkan modal

Apabila anda hendak memulai usaha sendiri, maka modal adalah faktor yang sangat penting sekali. Banyak sekali orang yang ingin mulai usaha sendiri namun tidak memiliki modal sehingga tidak jalan. Sebenarnya modal bisa saja anda hasilkan dari modal sendiri dengan cara menabung, mencari modal dari investor, atau meminjam uang di bank dan memakai sistem partnership. Untuk anda yang tidak memiliki modal namun berkeinginan untuk memiliki usaha maka anda bisa menjadi reseller atau pengecer dari suatu produk atau barang.

4. Jadikan usaha anda terdaftar dengan resmi di hukum

Tentukan struktur hukum bagi usaha anda, pilih nama yang sekiranya tepat untuk usaha anda. Kemudian daftarkan usaha anda tersebut kepada Ditjen HKI sebagai merk dagang resmi dan saha di mata hukum. Siapkan pula dokumen-dokumen organisasi dan uruslah surat-surat perijinan usaha seperti akta pendirian perusahaan, nama perusahaan, hak atas nama perusahaan , pengakuan dan pengesahan pastinya.

5. Jalin jaringan yang baik dengan rekan

Networking bisa sangat penting dalam memulai usaha baru anda. Bahkan bisa anda jadikan landasan untuk kelangsungan usaha anda. Bisa dengan cara bergabung di komunitas yang memang terkait dengan jenis usaha anda. Hal seperti ini sebaiknya anda lakukan sebelum anda memulai usaha, sehingga ketika usaha anda sudah berdiri anda bisa memasarkan produk/jasa pada networking yang sudah anda bangun secara luas. (infojakarta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar