Sepakbola memang selalu menjadi sorotan setiap insan di dunia ini. Terlepas dari konflik yang terjadi di dalam lapangan atau di luar lapangan. Indonesia adalah negara khatulistiwa dengan pulau dan lautan yang memanjang dari Sabang sampai merauke. Ragam budaya dan bahasa yang bisa kita temukan di negeri ini. Menurut data sensus penduduk melalui wikipedia, jumlah penduduk Indonesia tahun 2015 diperkirakan berjumlah 255 juta orang. Artinya Negeri ini memiliki sumber daya manusia yang berpotensi untuk mengharumkan negara dan bangsa ini di ajang internasional.
Pembinaan sepakbola di Indonesia, akhir-akhir ini sedang menjadi trend topic dan sedang ramai-ramai menggalakan pembinaan pemain usia muda di berbagai pelosok daerah. Sekolah Sepakbola atau SSB mulai menyebar layaknya Virus ke daerah-daerah, mulai dari yang gratis sampai yang berbayar. Kehadiran SSB tersebut sangat ditanggapi positif oleh tokoh masyarakat atau pelaku sepakbola. Karena sejatinya hidup di dunia ini membutuhkan regenerasi guna menyongsong kehidupan selanjutnya. Walaupun dalam roda perjalanannya, SSB banyak mengalami kemajuan dan kemunduran. Masalah teknis dan non-teknis selalu menghampiri keberadaan SSB di kacamata masyarakat. Tapi jangan sampai dengan adanya masalah, pembinaan usia muda terhenti begitu saja.
Sekolah sepakbola selalu di dominasi oleh anak-anak yang sedang semangat mencari waktu bersama temannya dan mengejar prestasi dengan bermimpi suatu saat menjadi pemain sepakbola profesional. SSB selalu rutin menggelar latihan dalam setiap minggunya. Rata-rata di Indonesia menjadwalkan latihan 3x dalam seminggu dengan rentang 1-2 hari libur. Tujuan dari jadwal latihan seperti itu guna memberikan masa istirahat bagi anak-anak untuk pemulihan ke jadwal latihan selanjutnya. Latihan itu sendiri dilakukan sore hari kecuali hari minggu, karena menyesuaikan jadwal sekolah formal yang dilaksanakan pagi hari sampai siang hari.
Latihan sangat penting bagi anak-anak yang mengikuti SSB, karena dengan latihan anak-anak akan semakin terasah dan mengalami peningkatan skills, fisik dan mental. Dengan latihan pula anak-anak memiliki semangat hidup yang ekstra karena bermain sepakbola adalah waktu yang paling ditunggu oleh anak-anak di Sekolah. Setelah seharian duduk di bangku sekolah, sore hari menjadi ajang mengekspresikan diri bersama teman-teman dalam mengolah si kulit bundar. Sehingga anak-anak merasa bahagia dalam menjalani kehidupannya dan merasa tertantang untuk mengikuti pertemuan selanjutnya. Karena dalam sesi latihan, Pelatih selalu memberikan materi baru yang merangsang motorik anak berkembang.
Dalam suasana latihan pasti akan ada pertanyaan seperti berikut: "Latihan mulu, coach kapan tandingnya". Pekikan itu sangat sensitif jika sampai terjadi pada lingkungan SSB. Pertandingan adalah hal yang dinantikan oleh pemain dan orang tua. Karena jika SSB hanya menggelar latihan saja, akan sangat membosankan bagi kehidupan SSB tersebut. Mengikuti pertandingan adalah Vitamin bagi anak-anak khususnya mereka yang berada di usia Grassroot. Di zaman sekarang, pertandingan atau turnamen sepakbola setiap bulannya hampir selalu dilaksanakan. Sehingga tidak ada alasan bagi SSB tidak mengikuti turnamen sepakbola dan mengirimkan siswa-siswanya untuk berprestasi.
Sekitar 1 minggu yang lalu, Penulis datang ke sebuah lapangan di tengah-tengah kota Bandung dan ada gelaran sebuah turnamen sepakbola anak-anak usia dini. Penulis pun merasa tertarik menonton dengan duduk di salah satu tribun dan menyaksikan keceriaan anak-anak berlari di lapangan. Ada satu tim yang sedang bermain dan ketika istirahat mereka meminum minuman energi dan isotonik. Notabene mereka yang masih kecil dan dalam masa pertumbuhan sudah mengkonsumsi minuman orang dewasa. Jika dalam satu turnamen ada 10 tim yang bertindak seperti itu, maka ada 150 anak yang telah mengkonsumsi minuman yang seharusnya tidak mereka minum. Dan Penulis semakin khawatir jika setiap kota terjadi seperti ini, maka berapa anak-anak bangsa Indonesia yang mengalami ini?.
Anak kecil identik dengan minuman yang satu ini karena mudah didapatkan dan harga relatif murah, Susu namanya. Minuman ini telah menjadi minuman nasional bangsa Indonesia. Lazimnya masyarakat Indonesia menyajikannya dalam keadaan hangat dan di pagi hari sebagai sarapan. Susu biasanya dikenal sebagai minuman penguat tulang dan gigi karena kandungan kalsium yang dimilikinya. Tetapi, sebenarnya ada banyak kandungan nutrisi yang ada, misalnya fospor, zinc, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, vitamin B2, asam amino dan asam pantotena. Kandungan yang ada dalam susu ternyata baik untuk kesehatan tubuh dan sangat dibutuhkan tubuh. Sehingga susu lebih baik dikonsumsi daripada minuman isotonik bagi anak-anak. Namun harus digaris bawahi, susu yang dikonsumsi bukan susu kental manis karena susu tersebut kadar nutrisi rendah dan banyak gula dan lemak yang tidak baik untuk tubuh.
Alangkah bijaksananya seorang Pelatih ketika membina anak-anak kecil di SSB memberikan pengertian yang benar dan ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan kesahihannya. Jadi ketika istirahat dalam latihan atau pertandingan minum minuman isotonik itu tidak baik bagi anak-anak, lebih baik dilarang namun dengan memberikan solusi yang benar dan cocok. Dan harus dipahami bersama, dalam memberikan arahan suatu yang salah harus menggunakan pendekatan yang tepat terhadap anak-anak, hindari perkataan yang sensitif dan bisa merusak mood anak dalam berlatih.
Pelatih sepakbola usia muda harus mulai jeli dengan gaya hidup anak zaman sekarang. Selalu memberikan pemahaman mana yang baik dan mana yang buruk dalam merintis karirnya di Sepakbola. Tidak bisa dipungkiri bahwa permasalahan yang menjadi musuh kita bersama adalah Disiplin hidup. Dengan memberikan arahan yang benar, maka siswa kita akan menjadi pemain sepakbola yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar